Bila kamu bukan karyawan NASA, mungkin pengetahuan tentang Antariksa
kamu dapat dari buku, film, guru atau saudaramu.
Apakah benar matahari
kita itu berwarna kuning?
Apa astronot meledak di angkasa?
Apakah separuh dari Bulan selalu
gelap?
Apa lagi? Bumi datar?
Tembok Cina
Mungkin kamu pernah membaca, "Tembok besar Cina bisa terlihat dari Bulan."
Apa benar begitu? Sebenarnya, tidak ada struktur bangunan yang terlihat dari luar
angkasa!
Matahari.
Meski kita sudah diingatkan untuk tidak melihat langsung matahari, tapi
kamu pasti pernah melihatnya beberapa detik. Lalu kamu melihatnya
sebagai warna kuning. Bahkan di buku juga warnanya kuning. Dan bila kamu meminta adikmu atau anak usia 5 tahun menggambar matahari pasti mereka menggambar
dengan warna kuning. Padahal matahari tidak berwarna kuning.
Kita tidak akan menemukan warna kuning jika cakram surya terlihat dari luar angkasa. Jika kita melihat gambar yang diproyeksikan dari matahari di siang hari, warnanya putih seluruhnya, terutama jika diambil di tempat yang tinggi.
Apakah matahari berapi? Matahari bukanlah bola raksasa yang memiliki api abadi, tapi gas yang
dikonversi menjadi sinar gamma, inilah yang membuatnya bercahaya.
Bulan
Kata orang, bulan pasti sangat kencang karena bisa mengitari bumi dalam satu hari. Benarkah demikian? Faktanya, satelit bumi ini lebih lambat dan membutuhkan waktu 27 hari
untuk mengorbit. Inilah yang menyebabkan mengapa bulan setiap hari
tampak berbeda.
Bulan memiliki sumbu sendiri saat mengorbit bumi. Kita hanya melihat 59%
permukaannya, tapi ini tak berarti kita tak bisa melihatnya dari
matahari.
Merkurius
Pasti kamu pikir, Merkurius planet paling panas di sistem tata surya,
sebab jaraknya paling dekat dengan matahari. Padahal atmosfer lebih
berpengaruh dibandingkan dengan kedekatan dengan matahari. Sebenarnya, Venus adalah
planet yang lebih panas dibandingkan merkurius, yang suhunya berkisar
-173 derajat Celsius sampai 427 derajat Celsius.
Suara di Angkasa
Dalam film-film futuristik (misalnya Star Trek, Star Wars, Guardian of Galaxy, dll), bila ada benturan di luar angkasa pasti
menghasilka suara menggelegar, padahal suara tidak bisa merambat tanpa
udara. Tanpa udara, benturan di antariksa tidak bersuara.
Astronot
Apakah astronot meledak di ruang angkasa? Tidak mungkin bisa selamat di antariksa bila tidak menggunakan baju
khusus. Dalam hitungan menit, tubuh akan mati lemas dan darah. Tapi Anda
tidak akan meledak. Tubuh Anda akan membengkak, tapi kulit manusia
cukup kuat untuk menahan ledakan.
Meteorit
Meteorit beku di luar angkasa, ketika masuk ke atmosfer makan akan
mengeluarkan api, mereka jatuh sangat cepat sehingga tidak mungkin
sangat panas. Mungkin ketika jatuh hanya hangat.
Graviasi
Kalau astronot melayang tidak berarti tidak ada gravitasi. Benarkah demikian? Sebenarnya, gravitasi tetap ada.
Inilah yang membuat obyek tetap bergerak di orbit. Astronaut di luar
angkasa terlihat melayang kerena mereka secara konstan jatuh.
Kesimpulan
Menjadi seorang scientist, jangan menjadi apa kata orang saja tetapi kita harus menyelidiki, yang mana yang benar dan ilmiah. Mitos hanya ditempatkan di buku dan film fiksi ilmiah saja. bukan fakta yang sebenarnya.
Sumber 1
Sumber 2